Jumat, 02 Desember 2011

PENYEBAB PEMANSAN GLOBAL

 Proses pembakaran di industri, salah satu penyebab global warming.

Matahari adalah sumber kehidupan bumi satu-satunya. Tanpa Matahari, kita sudah punah. Tapi kalau Matahari memancarkan panas yang lebih dari biasanya, kita juga akan terbakar dan kena radiasi. Jadi, sebaiknya yang bagaimana, ya?
Sinar matahari yang baik adalah yang seimbang, yang menyinari bumi sama dengan yang dilepas dari bumi. Bila jumlah panas yang masuk ke bumi dan dipantulkan kembali ke langit sama banyaknya, maka bumi tetap sehat dan layak buat manusia. Tapi bila panas yang dipancarkan ke bumi lebih banyak daripada yang dipantulkan kembali ke angkasa, maka suhu bumi akan panas. Inilah yang disebut pemanasan global atauglobal warming .
Banyak kerugian yang dirasakan manusia di masa kini dan masa akan datang akibat pemanasan global. Dalam puluhan tahun ke depan diperkirakan ketinggian air laut bertambah karena es di kutub mencair. Yang jelas, pemanasan global terjadi karena manusia melawan alam. Apa saja penyebab pemanasan global dan bagaimana cara mencegahnya? Kar to/Wahyu /XY-Kids!
Rumah Kaca
Rumah kaca atau green house sebenarnya adalah suatu bangunan tertutup yang dinding dan atapnya terbuat dari kaca. Rumah kaca ini berfungsi untuk mengatur iklim mikro (iklim di dalam rumah kaca itu) sesuai dengan keinginan kita. Jadi seumpama di luar sedang musim dingin, maka di dalam rumah kaca ini bisa kita bikin hangat suhunya. Caranya dengan menahan panas dari sinar matahari yang masuk melalui dinding dan atap kaca tadi tetap berada di dalam rumah kaca. Makanya rumah kaca lebih banyak digunakan untuk pertanian di daerah yang punya empat musim.
Nah, prinsip yang mirip efek rumah kaca ini juga menyebakan terjadinya pemanasan global di bumi. Panas dari matahari yang masuk ke atmosfer bumi, tidak semuanya bisa dipantulkan kembali keluar atmosfer. Sebagian panas tersebut tetap tertahan di dalam atmosfer bumi. Penyebabnya adalah polusi besar-besaran gas CO2 . Gas CO2 yang berlebihan bisa menghambat keluarnya panas matahari yang dipantulkan Bumi.
Polusi gas CO2 ini paling besar berasal pembakaran bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil ini adalah bahan bakar yang terbentuk dari fosil tumbuhan atau hewan purba. Bahan bakar ini misalnya minyak bumi (yang kemudian jadi bensin dan solar) dan batu bara. Kemajuan teknologi industri dan kendaraan adalah penyumbang terbesar pembakaran bahan bakar fosil ini. Mobil, hingga saat ini, sebagian besar masih menggunakan bensin atau solar, sementara industri masih banyak yang memanfaatkan batu bara sebagai sumber tenaganya.
Jumlah Penduduk (populasi)
Luas tanah di bumi tidak bertambah, tapi jumlah penduduk semakin banyak. Akibatnya, lahan untuk tumbuhan dan pertanian semakin sedikit karena dipakai untuk tempat tinggal manusia. Selain itu, penduduk yang bertambah banyak juga membutuhkan air yang lebih banyak. Air yang seharusnya untuk irigasi tanaman dan tumbuhan berkurang karena dipakai manusia. Tanaman yang tidak mendapat pasokan air akhirnya menghasilkan panen yang semakin sedikit.
Industri
Negara industri atau yang disebut sebagai negara maju adalah yang paling bertanggung jawab terjadinya pemanasan global. Bagaimana tidak, negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa menyumbang 50 persen lebih penyebab pemanasan global. Yang paling buruk adalah industri mobil yang dulu pusatnya di Amerika. Kini industri besar-besaran tidak cuma di Amerika, tapi juga di negara yang sedang berkembang seperti China, India, dan Indonesia. Polusi dari industri hampir merata di seluruh di dunia.
Dimulai dari Hal Kecil
Puluhan tahun lagi pemanasan global semakin dahsyat. Kalau tidak dicegah dari sekarang, bukan tidak mungkin 50 tahun kemudian sebagian dari pulau-pulau di Indonesia akan hilang tenggelam. Soalnya, es di kutub akan mencari dengan meningkatnya suhu pemukaan bumi. Selain itu, manusia bisa kelaparan karena produksi makanan di dunia semakin sedikit. Adalah tanggung jawab semua orang untuk mencegah peningkatan pemanasan global.
Apa yang kita lakukan untuk membantu mencegah peningkatan pemanasan global? Bisa dimulai dari hal kecil. Misalnya,
1.   Memakai listrik secukupnya, misalnya lampu dan AC kamar dimatikan saat tidak terpakai. Ini dilakukan agar mengurangi emisi CO2 (sebagian pembangkit tenaga listrik di Indonesia masih menggunakan tenaga diesel yang butuh solar atau tenaga uap yang butuh batu bara),
2.   Jangan mencemari air, misalnya jangan membuang kertas tisu ke toilet,
3.   Menggunakan air seperlunya, misalnya mandi dengan shower akan lebih hemat air daripada dengan gayung,
4.   Mencintai dan memelihara tumbuhan dan tanaman.

Awas, Polusi Udara Merupakan Bahaya Terbesar Bagi Lingkungan!



Tujuh dari sepuluh orang Indonesia menyebutkan polusi udara merupakan bahaya terbesar dalam lingkungan.
Hasil tersebut didapat berdasarkan wawancara tatap muka dengan 350 orang dari berbagai sektor masyarakat oleh GE Energy di Indonesia.
Dalam survei tersebut, ada perhatian besar soal uap gas beracun dari produk yang tak dapat terurai di lingkungan serta peningkatan penggunaan bahan kimia di sektor industri.
"Kedua hal ini sama-sama berkontribusi terhadap polusi udara," ujar Cognito Communications Counsellor GE Energy, Prie Maulidanti dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (3/6/2011).
Sementara itu hasil survei juga menunjukkan ada lebih dari separuh responden memiliki pemahaman yang cukup mengenai penyebab terhadap polusi udara. Ini ditunjukkan dengan kemampuan mereka mengidentifikasi.
“Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, diesel dan gas guna pembangkitan tenaga listrik, sebagai salah satu dari tiga penyebab terbesar polusi udara," jelasnya.
Kendati demikian, pemahaman tentang solusi-solusi mitigasi polusi udara seperti penggunaan sumber daya alam terbarukan untuk pembangkit tenaga listrik, masih sangat rendah. Tak sampai satu dari 10 orang dapat mengidentifikasi dengan akurat sumber daya alam terbarukan tanpa dibantu.


Penghijauan di Pantai Selatan Tasikmalaya



KabarIndonesia - Kodim 0612 Tasikmalaya bersama ratusan warga, LSM, Polsek Cipatujah, ormas seperti  Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan KNPI, Kompepar, Dinas Kehutanan & Perkebunan Kabupaten Tasikmalaya, anggota Pramuka, pegawai Kecamatan Cipatujah melakukan penghijauan  di kawasan Pantai Selatan Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di Panyai Sindangkerta.

“Kawasan pantai selatan di Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu lokasi yang termasuk dalam program  penanaman 1 miliar pohon yang dicanangkan pemerintah. Karena itu, Kodim 0612 berinisiatif  menjadikan sepanjang pantai selatan ini sebagai lokasi utama penghijauan di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya wilayah Koramil Cipatujah,” Letkol Inf.Bahram, Dandim 0612 kepada wartawan, kemarin.

Kegiatan penanaman pohon tersebut selain untuk mengatasi dampak global warning, menurut Letkol Inf Bahram, juga menjaga agar kondisi pantai tidak mengalami abrasi. Bahkan, tanaman ini  ke depan bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat, baik dari produksi kayunya maupun dari buah, dan bio-dieselnya. ”Adapun jumlah tanaman yang bisa dikelola oleh anggota kami mencapai 53.325 pohon,” tuturnya.

Dandim menjelaskan, beberapa jenis tanaman untuk penghijauan kawasan pantai selatan di Kabupaten Tasikmalaya itu antara lain albasia, trembesi, manglid, jabon, hutaoulo, suren dan buah-buahan seperti rambutan, dan durian. Juga pihaknya saat ini mempunyai lahan khusus yang ditanami pohon albasia di Desa Ciandum Kecamatan Cipatujah seluas 2,5 hektar.

“Dalam beberapa tahun mendatang, pohon albasia yang kami tanam di lahan seluas 2,5 hektar itu sudah bisa dipanen dan diharapkan bisa membantu kesejahteraan anggota Koramil setempat. Langkah ini tak akan berhenti sampai di sini, karena sesuai perintah Danrem 062 Tarumanagara Pak Kol. Inf. Asrobudi SP, tiap-tiap Koramil juga melakukan penghijauan sendiri,” jelas Dandim 0612 Letkol Inf Bahram.(*)



Kamis, 01 Desember 2011

KAMPUNG KUMUH DISULAP JADI KAMPUNG ASRI

Kota Tasikmalaya (humaskotas-center). Kampung Gunung Salikur RW 09 Kelurahan Sukanagara Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya dengan jumlah penduduk 448 jiwa terdiri dari 130 kepala keluarga yang tadinya kumuh setelah adanya Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) kini berubah jadi lebih tertata, asri, hijau serta tumbuhnya kesadaran masyarakat khususnya perempuan dalam pemberdayaan keluarga.



Hal tersebut diungkapkan Ny. Emar Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga yang merupakan binaan program P2WKSS disela-sela acara Evaluasi Program P2WKSS dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat di Kampung Gunung Salikur Kelurahan Sukanagara kecamatan Purbaratu Kota Tasikmlaya, Kamis (04/11/2011).

"Karaos pisan manfaatna ku ayana program ieu nu tadina kumuh ayena janten endah" ungkap Ny. Emar.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs. H. Tio Indra Setiadi dalam sambutannya mengatakan melalui P2WKSS kepada 100 KK yang ada di Kampung Gunung Salikur, telah dilaksanakan berbagai upaya untuk menggali potensi dan kemampuan masyarakat, serta mendayagunakan sumber daya yang tersedia di masyarakat dengan memberikan pengetahuan,keterampilan, pendampingan dan bimbingan sosial serta pengembangan ekonomi produktif dan usaha kesejahteraan sosial lainnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat Hj. Sri Asmawati Kusumawardani, SH, M.Hum. mengungkapakan menjadi kewajiban Pemprov. Jabar melalui Tim Koordinasi P2WKSS untuk melaksanakan evaluasi Program Terpadu P2WKSS di Desa/Kelurahan binaan P2WKSS di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Evaluasi ini akan melihat bagaimana perkembangan yang telah terjadi sehingga dapat menghasilkan yang bermanfaat karena melalui evaluasi ini akan semakin mudah mengukur perkembangan dan dampak/pengaruh dari Program Terpadu P2WKSS pada masa yang akan datang.


SUMBER  http://www.humaskotatasik.info/2011/11/kampung-gunung-salikur-yang-tadinya.html

SITU GEDE DAN HUTAN URUG MERUPAKAN ANUGERAH KEKAYAAN ALAM KOTA TASIKMALAYA



Kota Tasikmalaya,  Alumni SMP Negeri 1 Tasikmalaya tahun 1972 yang tergabung dalam Nesata '72 berkumpul di Situ Gede Kota Tasikmalaya  mulai mengadakan kegiatan Nesata '72 Go Green. Salah satunya melakukan aksi karya penghijauan di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Nesata '72 dengan Kementerian Kehutanan RI dan berbagai pihak, Sabtu (26/02).
Khusus di Kota Tasikmalaya, kegiatan Nesata '72 Go Green dipusatkan di kawasan Wisata Situ Gede dan akan ditanam 3.000 bibit pohon berbagai jenis, diantaranya mahoni, akasia, albasia, jati, dll. Dan penerima manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat pemilik lahan, lapor Dedi Permana selaku Panitia Penyelenggara.

Walikota Tasikmalaya dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan bahagianya atas terselenggara acara ini karena selain dapat dikemas dengan bagus juga relevan dengan program - program yang ada di Pemerintah Kota Tasikmalaya, yaitu memperbaiki lahan kritis dan penghijauan. Kota Tasikmalaya ini dianugerahi kekayaan alam oleh Allah SWT yaitu memiliki Situ Gede dengan luas 16,5 hektare dan hutan Urug dengan luas 350 hektare. Oleh karena itu kita berkewajiban untuk senantiasa merawat dan memeliharanya dengan baik. Beliau menambahkan bahwa Situ Gede ini merana kalau tidak air, karena kalau tidak ada air kelihatannya seperti tidak ada aktivitas dan kehidupan. Oleh karena itu pertama kami membangun jogging track sehinggawalaupun tidak ada air tapi Situ Gede tetap ada daya tariknya. Ditambah lagi nanti kalau ada cottage - cottage atau tempat - tempat istirahat dari pihak swasta. Kami juga sedang merintis supaya ada pemasangan pipa dari sumber air. Selain itu untuk menjaga kelestarian ikan - ikan yang telah ditanam, perlu pengaturan dalam pengambilan hasilnya, imbuhnya.

Di akhir sambutannya beliau mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi - tingginya kepada para alumni Nesata '72 karena telah peduli dengan mengadakan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan barokah bagi kita semua, papar Syarif.

Selain itu Perwakilan Alumni Nesata '72, Kang Jajat pun memberikan sambutannya. "Sebenarnya gagasan ini sederhana, hanya ingin memajukan potensi wisata yang ada di Kota Tasikmalaya, dalam hal ini Situ Gede. Kami berkeinginan agar Situ Gede ini bisa menjadi paru - paru Kota Tasikmalaya, juga resapan air dan tentunya menjadi tujuan wisata di Priangan ini, terang Kang Jajat.

Tampak hadir Asisten Perekonomian Pembangunan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Bapak Lungnajaya Ho dan Kompepar Kota Tasikmalaya serta para alumni yang berdomisili dari luar Kota Tasikmalaya .

IWAN FALS TANAM POHON DI SITU GEDE TASIKMALAYA
















Penyanyi Iwan Fals ikut tanam pohon di objek wisata Situ Gede, Kota Tasikmalaya, Jabar, Sabtu, sebagai bagian dari program penghijauan Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Perhutani Tasikmalaya dan Orang Indonesia (OI).
Ketua pelaksana acara itu, Acong, mengatakan bahwa penanaman 500 bibit pohon itu di kawasan objek wisata Situ Gede dengan disaksikan langsung oleh tokoh utama OI, Iwan Fals.
Kehadirian Iwan Fals di Tasikmalaya, kata Acong, sengaja diundang OI Tasikmalaya untuk dapat menyaksikan kecintaan masyarakat Tasikmalaya yang mendukung kelestarian lingkungan.
Kehadiran Iwan Fals di tengah-tengah penggemarnya, kata Acong, diharapkan dapat memicu semangat penggemarnya dan masyarakat luas untuk mencintai dan menjaga lingkungan agar tetap asri.
Menurut dia, keberadaan OI di Tasikmalaya, selain bergerak di bidang sosial juga menunjukan kecintaan dan kepedulian terhadap keprihatinan lingkungan yang mulai dirasakan buruk.
"Lingkungan seperti udara itu perlu dipelihara. Kami menyerukan kecintaan lingkungan, selain melakukan gerakan sosial dan politik," katanya.
Sementara itu Iwan Fals, yang berdiri di tengah-tengah himpitan penggemarnya menyatakan, dukungan kepada OI Tasikmalaya yang menjalankan kegiatan positif dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menggelar penanaman pohon.
Kegiatan penanaman pohon tersebut selain dipadati penggemar Iwan Fals juga dihadiri Wali Kota Tasikmalaya Syarif Hidayat yang menyatakan dukungan terhadap komunitas masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.
Syarif yang duduk bersama dengan Iwan Fals, menyatakan, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah berupaya keras menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Syarif, empat tahun lalu, Iwan Fals pernah melakukan gerakan kecintaan lingkungannya dengan menanam pohon di Kota Tasikmalaya.
"Dulu pernah Iwan Fals menanam pohon di Tasik, ini berarti tindakan kecintaan lingkungan terus berlanjut," kata Syarif.
Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjaga kelestarian lingkungan, kata Syarif, yakni dengan membeli bukit yang berpotensi memiliki resapan air.
Menurut dia, beberapa tahun lalu Kota Tasikmalaya terkenal dengan sepuluh ribu bukit, namun sekarang hanya ribuan bukit yang sebagian sudah hilang karena salah satu faktor akibat penambangan pasir.
Untuk menjaga sisa-sisa bukit yang masih ada di Kota Tasikmalaya, Syarif menyatakan, pemerintah akan membeli satu bukit setiap tahunnya.
"Pemkot lagi mengusahakan membeli satu bukit terutama yang memiliki resapan air," katanya.

KUNJUNGI REST AREA DAN WANA WISATA URUG .

Kunjungi Rest Area dan Wana Wisata Urug Kawalu Kota Tasikmalaya bersama keluarga, sahabat, teman, komunitas hobby dan manfaatkan fasilitas seperti Jogging Track, Gazeebo, Adventure Track, Flying Fox, juga nikmati keindahan

pintu masuk
keaslian alam hutan tasikmalaya


rumah khas sunda

gazebo
toilet dengan kosep alam

jogging track



sarana bermain anak anak


SUMBER 

http://keckawalu.tasikmalayakota.go.id/index.php?limitstart=48